Karena membaca terasa lancar. Mata bergerak, kalimat masuk akal, otak menyimpulkan bahwa semuanya sudah tersimpan. Perasaan lancar itulah yang menipu.
Ada beda antara mengenali dan mengingat. Mengenali terjadi saat kamu membaca lagi dan berkata, “oh iya, yang ini.” Mengingat terjadi saat halaman ditutup dan kamu tetap bisa menulis ulang intinya. Ujian, wawancara, dan pekerjaan hanya menagih yang kedua.
Itulah sebabnya medali di halaman ini tidak dikalungkan saat bab habis. Kepingnya sudah ada. Pitanya sudah tergantung. Tapi lehermu masih kosong sampai kamu membuktikan sesuatu keluar dari kepalamu, bukan sekadar masuk.